You are here
Home > Kesehatan > Stunting adalah Gangguan Tumbuh Kronis, Apa Penyebabnya?

Stunting adalah Gangguan Tumbuh Kronis, Apa Penyebabnya?

Stunting adalah Gangguan Tumbuh Kronis, Apa Penyebabnya?

Menurut data Global Nutrition Report di tahun 2016 lalu, sebanyak 36,4 persen dari seluruh anak di Indonesia mengalami stunting. Stunting adalah kondisi kekurangan gizi kronik yang terjadi di awal pertumbuhan dan perkembangan anak. Umumnya, anak yang mengalami ini porsi tubuhnya normal, padahal, sebenarnya tidak normal. Apa penyebabnya?

Apakah Berbahaya?

Bila ditanya apakah kondisi ini berbahaya atau tidak, sebenarnya cukup berbahaya. Stunting merupakan kejadian yang tak bisa dikembalikan lagi bila sudah terjadi. Tubuh anak biasanya akan berada di bawah standar normal dan ini terjadi akibat kekurangan gizi yang berlangsung dalam waktu yang lama.

Hal inilah yang nantinya membuat pertumbuhan tinggi badan anak terhambat. Jadi, singkatnya anak bisa tumbuh pendek dan tak terpenuhi kebutuhan gizinya karena ini. Jika anak terindikasi stunting namun ia sudah berusia dua tahun, hal ini tak bisa diselamatkan dan itu bisa menyebabkan risiko kesehatan si kecil seperti otak yang sulit berkembang.

Apa Penyebabnya?

  1. Gizi Ibu dan Praktik Pemberian Makan yang Buruk

Salah satu penyebab stunting adalah karena calon ibu mengalami anemia dan kurang gizi selama masa kehamilan. Wanita yang kurang berat badannya dan mengalami anemia sangat mungkin memiliki anak stunting dan kondisi ini berisiko terjadi turun-temurun. Kondisi ini bisa jadi makin parah bila asupan gizi si bayi kurang memadai.

Misalnya saja, bayi sudah diberikan air putih dan teh saat ia belum berusia enam bulan, padahal, di masa ini harusnya hanya Air Susu Ibu atau ASI saja yang diberikan. Susu formula sebagai alternatif bisa digunakan sebagai pengganti. Tak hanya itu, gizi buruk yang dialami ibu ternyata juga bisa mengakibatkan pertumbuhan anak menjadi terhambat.

  1. Sanitasi yang Buruk

Penyebab lain kenapa anak bisa mengalami stunting yakni keadaan sanitasi yang buruk. Anak-anak yang hidup di lingkungan yang kebersihannya tak memadai sangat mungkin terkena infeksi diare hingga infeksi cacing usus secara berulang. Tingginya kontaminasi bakteri dari lingkungan yang buruk bisa berpengaruh pada tingkat gizi anak.

Selain itu, keadaan yang dibuat sendiri seperti peralatan dapur yang tidak dicuci bersih dan tidak mencuci tangan ketika makan sehingga membuat bakteri masuk ke tubuh juga bisa jadi salah satu penyebabnya. Praktik hidup seperti ini bisa menghambat proses penyerapan nutrisi dan itu terbukti menyebabkan anak tumbuh kerdil.

  1. Penyebab Lainnya

Selain dua penyebab itu, masih ada penyebab lain anak bisa stunting. Penyebabnya adalah pola cacat yang dialami janin karena selama masa kehamilan, si ibu banyak mengonsumsi minuman dan makanan beralkohol. Penyebab yang satu ini bisa berdampak lebih buruk karena bisa membuat anak juga mengalami gangguan mental.

Itulah beberapa penyebab terjadinya stunting pada anak dan apa bahayanya. Ingat, stunting ini tak bisa diobati dan tak bisa dikembalikan. Bila sudah terjadi dan tak segera diobati sebelum anak berusia dua tahun, dia tak akan baik-baik saja. Stunting adalah gangguan tumbuh yang kronis, jadi sebaiknya Anda segera mencegahnya dari sekarang!

Top
shares