You are here
Home > Kesehatan > Mengenal Jenis Ganja dalam Dunia Medis dan Manfaatnya

Mengenal Jenis Ganja dalam Dunia Medis dan Manfaatnya

Mengenal Jenis Ganja dalam Dunia Medis dan Manfaatnya

Ganja atau mariyuana merupakan suatu tanaman dengan nama cannabis sativa dan menggunakan 100 bahan kimia yang disebut sebagai cannabunoid dan memiliki efek dalam tubuh manusia. Cannabidol dan delta 9 tetrahydrocannabinot digunakan dalam pengobatan medis. THC adalah suatu senyawa yang memberikan rasa mabuk atau high. Senyawa cannabinoid merupakan senyawa yang dapat dihasilkan oleh tubuh sehingga dapat membantu pergerakan tubuh, mengatur konsentrasi, rasa sakit, nafsu makan hingga sensasi pada indra. Mariyuana memiliki senyawa kuat dengan efek serius jika salah dalam penggunaannya. Mariyuana disebut juga dengan cimeng karena digunakan dengan dibakar layaknya rokok, tidak hanya daun, biji, bunga hingga batangnya digunakan menjadi bahan rokok.

Berikut adalah jenis mariyuana yang digunakan dalam obat medis diantaranya:

  • Cesamet dan marinol yang digunakan untuk menghilangkan mual dan hilangnya nafsu makan karena kemoterapi untuk pengidap AIDS, biasanya menggunakan dosis 2,5 mg dan paling banyak menggunakan 5 mg dalam 1 sampai 3 jam sebelum melakukan kemoterapi, efek sampingnya seperti detak jantung cepat, cemas, ngantuk dan pusing.
  • Epidiolex merupakan obat yang digunakan sebagai obat epilepsi dan sudah dilegalkan pada tahun 2013 tetapi dalam penggunaannya secara bebas sudah dilarang.
  • Sativex merupakan obat yang telah diuji secara klinis untuk dapat mengatasi penyakit kanker payudara, obat ini menggunakan kombinasi bahan kimia dengan tanaman ini yang disemprotkan pada mulut, telah disetujui oleh 20 negara untuk mampu mengatasi kejang otot dan sakit karena kanker.

Mariyuana memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh, salah satunya mampu menjadi pencegah glaukoma. Glaukoma merupakan penyakit yang mampu meningkatkan tekanan bola mata, penyebab hilangnya penglihatan dan merusak saraf optik dan sesuai dengan penelitian efek ini akan menghambat pertumbuhan penyakit sekaligus dapat mencegah kebutaan. Mariyuana dapat meningkatkan kapasitas paru atau mampu untuk menampung udara saat bernapas. Perokok dengan tembakau akan dapat kehilangan fungsi paru selama mengisapnya tetapi pengguna mariyuana akan meningkatkan kapasitas paru, hal ini dikaitkan sebagai latihan untuk paru dan tidak dapat digunakan dapat dosis tinggi akan merusak paru.

Mariyuana memiliki fungsi untuk meredakan kejang yang disebabkan oleh epilepsi dimana menggunakan ekstrak tanaman dan diuji melalui tikus kejam selama 10 jam dan mampu menahan sel otak secara responsif dan mengatur relaksasi dan mengendalikan rangsangan. Kandungan mariyuana juga mampu mematikan sel kanker akan tetapi keamanannya dalam mengendalikan masih belum benar-benar efektif walaupun telah banyak melalui penelitian. Dari hasil tinjauan dalam dunia medis, mariyuana digunakan untuk memberikan kesembuhan penghilang rasa nyeri dari penyakit seperti sindrom iritasi usus, multiple sklerosis dan nyeri saraf.

Berikut adalah efek negatif mariyuana dalam tubuh diantaranya:

  • Efek pada otak karena mempengaruhi koordinasi gerakan, daya ingat, kesenangan, persepsi indra dan jika dikonsumsi banyak akan menyebabkan delusi.
  • Efek pada organ jantung akan menyebabkan detaknya meningkat 20 hingga 50 kali lebih cepat, ketika tekanan darah serta detak jantung mengalami peningkatan maka akan memiliki resiko 4 kali serangan jatung ketika satu jam saat merokok.

Selain itu, efek pada tulang ketika merokok dengan ganja membuat kepadatan tulang menjadi rendah yang mengakibatkan patah tulang dan osteoporosis. Efek pada bagian paru dengan cara dibakar akan memberikan rasa nyengat pada tenggorokan dan biasanya memberikan penyakit dada akut, batuk berkepanjangan, peningkatan infeksi paru dan produksi dahak meningkat. Oleh karena itu hingga saat mariyuana tidak dapat digunakan secara sembarangan.

Top
shares