You are here
Home > Other > Cara Menghitung Suku Bunga Deposito Bank untuk Investasi

Cara Menghitung Suku Bunga Deposito Bank untuk Investasi

Deposito Bank untuk Investasi

Mungkin tidak semua orang mengetahui perhitungan bunga deposito. Padahal jika anda ingin mendapatkan keuntungan maka deposito berjangka menjadi jenis investasi yang bisa dipilih. Pasalnya, perhitungan bunga deposito lebih besar dari rata-rata bunga tabungan. Hal ini bisa terjadi karena deposito berjangka merupakan tempat penyimpanan dana yang tidak bisa ditarik dalam jangka waktu tertentu. Deposito sendiri merupakan investasi dengan tenor atau jangka waktu tertentu. Dimana dalam masa itu deposito tidak bisa ditarik. Maka dari itu, bunga deposito dengan nilai tinggi yang diberikan oleh pihak bank kepada calon nasabah. Investasi dengan deposito juga dikenal karena sangat minim kerugian, sehingga layak menjadi salah satu pilihan investasi selain reksa dana.

Menghitung Bunga Deposito

Jika anda tertarik untuk melakukan investasi pada deposito, maka anda harus pahami dulu tentang perhitungan deposito dengan bentuk simulasi dan kalkulator yang disediakan. Biasanya, pihak bank sudah mempersiapkan sendiri hitungan ini. Seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang telah memiliki sendiri kalkulator deposito BRI. Ciri khas deposito yang paling dicari oleh calon nasabah adalah nilai bunganya yang sangat tinggi. Tetapi harus anda ketahui bahwa perhitungan bunga deposito yang tinggi bisa didapatkan jika anda memiliki dana yang sangat besar juga untuk didepositkan. Untuk mempermudah, berikut ini adalah gambaran perhitungannnya.

Misalnya saja, anda memiliki uang sebesar Rp 100.000.000,- untuk didepositkan. Perhitungan bunga deposito yang ditawarkan oleh bank adalah sebesar 10% dengan menggunakan sistem yang dapat diperpanjang setiap bulannya. Karena perhitungannya dalam waktu bulan dan satuan tahun yang terdiri dari 365 hari, maka bunga deposito yang akan didapatkan setiap harinya menggunakan rumus berikut; (Rp 100.000.000,- x 10%) : 365 hari = Rp 27.297. Jadi, ketika anda memulai deposito di bulan Januari, maka perhitungan bulan yang akan didapatkan untuk satu bulan berikutnya adalah; (Ro 27.297,- x 31 hari) x 80% (potong pajak 20%) = Rp 676.966,-. Sedikit informasi mengenai perhitungan bunga deposito, perhitungan pajak, nilai bunga, dana maksimal, dan dana minimal yang akan didepositkan biasanya tergantung dan berbeda-beda di setiap bank. Maka dari itu anda harus selalu cek dan teliti untuk mengetahui deposito mana yang akan benar-benar menguntungkan.

Terlepas dari perhitungan bunga deposito yang menguntungkan, masih ada lagi manfaat yang bisa didapatkan dari investasi deposito. Misalnya saja mengenai faktor keamanan. Investasi dalam bentuk deposito dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan atau dikenal juga sebagai LPS. Nilai dari jumlah deposito yang ditanggung oleh LPS mencapai 2 milyar rupiah. Maka dari itu jika suatu saat nanti anda berencana untuk berinvestasi dengan deposito, maka pastikan dahulu nilainya tidak lebih dari 2 milyar agar terjamin keamanannya oleh LPS.

Menabung deposito juga tidak akan dikenakan administrasi bulanan seperti yang terjadi pada tabungan biasa. Kemudian, deposito juga bisa anda gunakan sebagai jaminan ketika mengajukan kredit dengan agunan atau jenis pinjaman lainnya. Tidak hanya itu, umumnya pihak bank akan memberikan tenor atau jangka waktu yang bervariasi mulai dari satu bulan, tiga bulan, enam bulan, hingga satu tahun. Jangka waktu yang diberikan untuk deposito memang lebih besar dan bervariasi. Bukan hanya tenor yang panjang, nasabah juga memiliki kesempatan untuk memperpanjang jangka waktu investasi dengan deposito. Pastinya, perhitungan bunga deposito sekaligus mengurusnya juga tidak ribet karena hampir sama dengan tabungan biasa.

Top